Karate( 空手) (/ kərɑːti /; sebutan jepun: [kaɾate] (mendengar); pengucapan Okinawan: [kaɽati]) adalah seni bela diri yang dikembangkan di Kerajaan Ryukyu.Ia dibangunkan dari seni bela diri Ryukyuan asli (dipanggil te ( 手), "tangan"; tii di Okinawan) di bawah pengaruh Kung Fu Cina, terutamanya Fujian White Crane. Karate kini menjadi seni yang menarik dengan menggunakan menumbuk Iniberbeda dengan passing atas yang cara melakukannya adalah dengan mengoper atau menerima bola dengan dua tangan di atas kepala. Teknik ini wajib dikuasai oleh para pemain supaya bisa melakukannya dengan sempurna dan benar. Smash. Istilah ini bisa juga disebut dengan spike. Smash atau spike merupakan sebuah teknik dasar yang ada dalam Halutama yang mendasari pertandingan ini ialah banyaknya poin yang didapat. Sama halnya dengan permain berbasis kompetisi yang memerlukan strategi serta teknik khusus. Permainan basket pun menuntut kita untuk melakukan hal sedemikian rupa. Yaitu menggunakan teknik dasar dan strategi penyerangan maupun bertahan agar dapat memenangkan pertandingan. TeknikMengembalikan Servis Ada dua cara mengembalikan servis, yaitu dropshot dan netting. Dropshot adalah teknik mengembalikan servis dengan cara menyerang lawan dengan memukul secara halus atau dengan dorongan. Sedangkan netting adalah teknik mengembalikan servis dengan cara menempatkan shuttlecock sedekat mungkin dengan net. Caramelakukan sebagai berikut. a. Posisi awal, berdiri dengan kuda-kuda, yaitu salah satu kaki di depan dengan lutut ditekuk dan kaki yang lain lurus ke belakang. b. Salah satu tangan memukul ke sasaran dengan telapak tangan dan tangan yang lain ditekuk di depan dada dengan telapak tangan rapat menghadap ke depan. Dribblingatau yang artinya menggiring bola, yaitu membawa bola untuk menghindar dari lawan dan menyerang lawan. Arti lain dribbling yaitu cara membawa bola basket dengan dipantul pantulkan ke lantai menggunakan dua atau satu tangan dengan bergantian. Dribbling ini dilakukan sambil berlari dengan cepat atau bisa dilakukan setengah berlari. . Tujuan gerakan menangkis adalah untuk menghindari sekaligus mencegah serangan yang dilakukan lawan, baik itu tendangan hingga pukulan. Dari beberapa teknik gerakan dalam seni bela diri yang harus dikuasai adalah menangkis. Gerakan menangkis sendiri bertujuan memberikan reaksi pada saat lawan melakukan serangan atau kontak langsung. Salah satu bela diri yang banyak mempelajari gerakan menangkis adalah pencak silat. Pencak silat pada dasarnya adalah olahraga atau bela diri tradisional asli Nusantara. Sebagai bela diri yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia, pencak silat sudah dikenal secara luas di beberapa negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina dan Indonesia. Tidak hanya itu, pencak silat juga sudah merambah di berbagai negara barat, mulai dari Belanda, Jerman, hingga Amerika Serikat. Pencak silat sudah diketahui sebelum masa penjajahan Belanda atau lebih tepatnya antara tahun 1019 hingga 1041 pada masa Kerajaan Kahuripan. Sementara itu, organisasi resmi pencak silat Indonesia yang disebut dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia dibentuk pertama kali pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta. Organisasi yang kemudian lebih dikenal dengan singkatan IPSI yang diprakarsai oleh Mr. Wongsonegoro sebagai ketua Pusat Kebudayaan. Salah satu teknik pencak silat yang sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari yaitu gerak menangkis. Gerakan menangkis akan sangat diperlukan pada saat terjadi momen satu lawan satu hingga melakukan serangan atau tangkisan. Selain sebagai bela diri yang sangat ketat, pencak silat sendiri dikenal sebagai bela diri rekreasi yang mengutamakan keindahan gerak dan irama. Tak heran, apabila banyak orang yang suka menikmati pencak silat. Dalam bukunya yang berjudul Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 2007, Drs. Muhajir, M. Ed berpendapat bahwa pencak silat adalah seni bela diri yang mengutamakan unsur pertahanan diri pada saat bertanding. Unsur pertahanan diri ini berdasarkan pada beberapa nilai budi luhur yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan menangkis menjadi salah satu teknik dasar pembelaan dalam pencak silat yang dilakukan ketika melakukan kontak langsung dengan lawan. Kontak langsung ini memiliki tujuan agar serangan lawan teralihkan sehingga gerakan lawan terpaksa tertahan. Teknik dalam pencak silat ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam anggota tubuh. Artikel ini akan menjelaskan pertanyaan tentang tujuan gerakan menangkis adalah sebagai berikut. Selain itu, Grameds juga akan diajak membahas tentang macam-macam teknik dalam pencak silat. Simak pembahasannya di bawah ini! Macam Teknik Pencak Silat1. Teknik Kuda-kuda2. Teknik Sikap Pasang3. Teknik Pola Langkah4. Teknik Arah5. Teknik Tendangan6. Teknik Pukulan7. Teknik Guntingan8. Teknik TangkisanTeknik dari Gerakan Menangkis1. Tangkisan Satu Tangana. Tangkisan Luarb. Tangkisan Dalamc. Tangkisan Atasd. Tangkisan Bawah2. Tangkisan Sikua. Tangkisan Siku Dalamb. Tangkisan Siku Luar3. Tangkisan Dua Lengana. Tangkisan Sejajar Dua Lengan atas/tinggib. Tangkisan Belah tinggi/rendahc. Tangkisan Silang tinggi/rendahd. Tangkisan Buang Samping4. Tangkisan Kakia. Tangkisan Kaki Tutup Sampingb. Tangkisan Kaki Tutup Depanc. Tangkisan Kaki Tutup Buang Luard. Tangkisan Kaki Tutup Buang DalamSasaran Gerakan Memukul Lawan1. Dada2. Pundak3. Perut4. Pinggang5. Kaki dan TanganPenilaian dalam Pertandingan Pencak SilatNilai 1Nilai 1+1Nilai 2Nilai 1+2Nilai 3Nilai 1+3Buku TerkaitMateri Terkait Macam Teknik Pencak Silat 1. Teknik Kuda-kuda Pencak silat bisa dikatakan sebagai salah satu bela diri yang dipakai untuk melindungi diri sendiri. Dalam upaya melindungi diri ini, kuda-kuda menjadi teknik yang paling penting sebagai teknik dasar. Hal ini menjadikan seorang pesilat yang baik harus memiliki kuda-kuda tegas dan tegap sehingga mampu menghadang serangan lawan. Sebagai teknik dasar dalam pencak silat, teknik kuda-kuda terdiri dari kuda-kuda depan, kuda-kuda tengah, kuda-kuda belakang, kuda-kuda samping, kuda-kuda silang dan kuda-kuda depan dan belakang. Kuda-kuda sendiri adalah sikap menapakkan kedua telapak kaki sehingga menghasilkan keseimbangan saat menyerang ataupun bertahan. 2. Teknik Sikap Pasang Teknik dasar lain yang harus dikuasai dalam pencak silat adalah teknik sikap pasang. Sikap pasang sendiri adalah posisi yang mencampurkan antara kuda-kuda dan fleksibel dengan sikap sebelum menyerang maupun bertahan. 3. Teknik Pola Langkah Teknik selanjutnya dalam pencak silat yaitu teknik pola langkah. Teknik pola langkah sendiri terdiri dari beberapa macam yaitu pola langkah lurus, pola langkah zig-zag, pola langkah U, pola langkah S, pola langkah segitiga dan pola langkah segi empat. 4. Teknik Arah Teknik arah adalah sebuah teknik yang yang memiliki hubungan dengan gerakan selanjutnya dari pesilat, baik itu langkah untuk menyerang maupun langkah dalam bertahan. Selain dikenal sebagai teknik arah, teknik ini juga biasa dikenal dengan istilah teknik delapan penjuru mata angin. 5. Teknik Tendangan Pada saat seorang pesilat berada dalam posisi menyerang, teknik tendangan menjadi salah satu teknik yang bisa dilakukan, mulai dari tendangan lurus, tendangan sabit, tendangan T, tendangan jejag dan tendangan belakang. 6. Teknik Pukulan Posisi menyerang tidak hanya menggunakan gerakan kaki, ada juga gerakan menyerang yang menjadi tangan sebagai senjata utama. Beberapa teknik pukulan dalam posisi menyerang, yaitu pukulan lurus, pukulan tegal, pukulan bandul dan melingkar. 7. Teknik Guntingan Salah satu teknik yang biasa digunakan pesilat untuk menjatuhkan lawannya adalah teknik guntingan. Teknik ini bisa disebut juga sebagai dasar bagi seorang pesilat supaya dapat menjatuhkan lawan. Teknik gunting menjadi posisi menyerang yang menjadikan kuda-kuda lawan sebagai sasaran utama. Metode teknik guntingan sendiri yaitu dengan kaki berlawanan maupun jepitan. Jenis-jenis teknik guntingan, yaitu seperti guntingan depan, guntingan samping, guntingan belakang dan guntingan atas. 8. Teknik Tangkisan Nah, teknik terakhir yang harus dikuasai oleh setiap pesilat adalah teknik tangkisan. Tujuan gerakan tangkisan ini yaitu sebagai usaha pertahanan dan untuk mencegah serangan yang diberikan oleh lawan. Dalam pencak silat, ada empat jenis teknik tangkisan yang biasa dilakukan, yaitu tangkisan dalam, tangkisan luar, tangkisan atas dan tangkisan bawah. Teknik dari Gerakan Menangkis Tujuan gerakan menangkis adalah bentuk pertahanan dari serangan lawan dengan menggunakan tangan atau kaki, sehingga serangan tidak mengenai sasaran membahayakan. Gerakan menangkis biasanya menyerupai gerakan binatang, seperti harimau, kera, ular, bahkan burung elang. Dalam melakukan gerakan menangkis sendiri ada berbagai posisi yang dapat dilakukan, baik dengan melangkah maupun diam di tempat. Selain itu, gerakan menangkis bisa efektif apabila bisa memperhitungkan posisi terbaik atau menguntungkan untuk melakukan serangan balasan yang cepat. Nah, sebelumnya mencoba gerakan tangkisan. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam tangkisan adalah koordinasi antara sikap kuda-kuda, sikap tubuh dan sikap tangan, tangkisan juga menggunakan dengan tangan dan kaki. Apabila tercipta koordinasi yang baik, maka tujuan gerakan menangkis adalah untuk mencegah serangan lawan sehingga meminimalisasi risiko yang diberikan. Berikut ini adalah ulasan selengkapnya terkait bagaimana melakukan teknik gerakan menangkis, sehingga bisa membendung dan mengalihkan serangan dalam seni bela diri pencak silat. 1. Tangkisan Satu Tangan Pertama, tujuan gerakan menangkis adalah membendung serangan menggunakan satu tangan. Teknik ini biasa disebut dengan tangkisan satu tangan. Berikut ini adalah 4 cara yang dilakukan pada saat menggunakan tangkisan satu tangan, di antaranya yakni a. Tangkisan Luar Tangkisan luar yakni gerakan menangkis yang memaksimalkan satu tangan kiri atau kanan untuk menghindari serangan lawan dengan cara dari dalam hingga keluar. Tangkisan luar bertujuan agar serangan lawan menjauh dari tubuh. b. Tangkisan Dalam Tangkisan dalam yakni gerakan menangkis yang lebih mengutamakan satu tangan kiri atau kanan dengan cara memulai dari luar ke dalam. Tangkisan dalam bisa digunakan untuk menangkis sembari memberikan serangan balik. c. Tangkisan Atas Tangkisan atas yakni gerakan menangkis yang menggunakan satu tangan kiri atau kanan agar serangan lawan bisa diminimalisasi mulai dari bawah ke atas. d. Tangkisan Bawah Tangkisan bawah yakni gerakan menangkis yang memakai satu tangan kiri atau kanan dengan cara mengarahkan serangan lawan dari atas ke bawah. 2. Tangkisan Siku Tangkisan Siku adalah gerakan menangkis selanjutnya yang digunakan untuk menghalau serangan lawan menggunakan siku-siku lengan. Tangkisan ini bisa menjadi teknis yang efektif karena memberikan dampak cukup besar terhadap serangan lawan. Teknik tangkisan siku sendiri dibagi menjadi dua, yaitu a. Tangkisan Siku Dalam Tangkisan siku dalam adalah tangkisan yang biasanya menggunakan bagian siku dalam, baik itu dengan siku dalam tinggi maupun siku dalam rendah. b. Tangkisan Siku Luar Tangkisan siku luar hampir sama dengan teknik tangkisan dalam. Perbedaan tangkisan siku dalam dengan tangkisan siku luar terletak pada penggunaan siku, yakni menggunakan siku luar tinggi atau siku luar dalam. 3. Tangkisan Dua Lengan Gerakan menangkis berikutnya adalah tangkisan dua lengan. Tangkisan dua lengan sendiri bertujuan memberikan bendungan terhadap serangan lawan dengan menggunakan dua lengan. Tangkisan dua lengan ini bisa dilakukan dengan 4 cara, antara lain yaitu a. Tangkisan Sejajar Dua Lengan atas/tinggi Tangkisan sejajar dua lengan atas yaitu gerakan tangkisan yang menggunakan dua tangan pada posisi sejajar dengan kepala untuk menangkis serangan. b. Tangkisan Belah tinggi/rendah Tangkisan belah tinggi yaitu gerakan tangkisan yang bisa dilakukan dengan cara membelah serangan dari atas atau bawah. c. Tangkisan Silang tinggi/rendah Tangkisan silang tinggi yaitu gerakan tangkisan yang mempunyai teknik serangan dorongan mulai dari atas atau bawah. d. Tangkisan Buang Samping Tangkisan buang samping adalah teknik tangkisan buang samping menjadi teknik yang paling sering dilakukan. Teknik menangkis ini bisa digunakan dengan menangkap serangan lawan dengan cepat kemudian membuang serangan ke arah samping. 4. Tangkisan Kaki Selain gerakan menangkis dengan menggunakan tangan, ada juga gerakan menangkis yang menggunakan kaki. Tangkisan kaki hanya bisa dilakukan dengan menggunakan satu kaki. Hal ini dikarenakan kaki yang satunya memiliki fungsi sebagai bentuk siap pada kuda-kuda kaki. Meskipun tampak lebih fleksibel tangkisan tangan, tetapi tangkisan kaki memiliki keuntungan dengan jangkauan kepada lawan yang lebih besar. Tangkisan kaki bisa dilakukan dengan empat cara, mulai dari tangkisan kaki tutup samping, tangkisan kaki tutup depan, hingga tangkisan kaki tutup buang luar dan dalam. Berikut ini adalah penjelasan dari keempat teknis tangkisan tersebut, antara lain yaitu a. Tangkisan Kaki Tutup Samping Teknik ini adalah gerakan menangkis yang menutup serangan lawan dengan kaki, sehingga terjadi tangkisan menggunakan kaki dengan menyampingkan kaki dan tubuh. b. Tangkisan Kaki Tutup Depan Teknik ini adalah gerakan menangkis serangan lawan dengan kaki dan tubuh menghadap depan. c. Tangkisan Kaki Tutup Buang Luar Tangkisan kaki tutup buang luar adalah sebuah teknik tangkisan yang dilakukan dengan cara mengayunkan kaki dari luar ke bagian dalam. d. Tangkisan Kaki Tutup Buang Dalam Teknik ini merupakan gerakan menangkis yang bisa dilakukan dengan cara mengayunkan kaki dari dalam ke bagian luar. Setelah membahas tentang teknik dalam pencak silat dan gerakan menangkisnya, pada bagian ini akan dijelaskan tentang sasaran yang biasa diincar lawan pada saat melakukan serangan. Dalam pertandingan atau turnamen pencak silat, hanya ada beberapa titik atau sasaran yang diperbolehkan untuk diserang, sehingga mendapatkan poin. Istilah sasaran sah yang diberikan poin ini biasa disebut “togok”. Togok sendiri adalah seluruh bagian tubuh kecuali leher ke atas dan pusat kemaluan. Maka dari itu, sasaran gerakan memukul lawan adalah bagian dada, pundak, perut pusar ke atas, pinggang hingga rusuk kiri maupun kanan, serta punggung atau bagian belakang tubuh. Sementara itu, bagian tubuh yang ketika mendapat serangan tidak memperoleh nilai adalah bagian tangan dan tungkai. Sasaran gerakan memukul lawan adalah sebagai berikut 1. Dada Dalam kompetisi resmi pencak silat, para peserta atau pesilat memiliki kewajiban untuk memakai alat pengaman, terutama pada bagian dada. Meski begitu, dada adalah salah satu sasaran yang diperbolehkan untuk dilakukan serangan dalam pencak silat. Hal ini dikarenakan dada menjadi salah satu bagian vital yang dapat mengakibatkan trauma atau syok pada saat diserang tanpa pelindung dan secara berlebihan. 2. Pundak Selanjutnya, sasaran gerakan memukul lawan adalah pundak. Pundak menjadi bagian tubuh yang pada saat diserang dapat memberikan poin pada lawan. Para pesilat biasanya menggunakan menggunakan tendangan ke atas secara langsung untuk mengenai pundak. Bagian pundak pada dasar memiliki celah paling lebar, hanya saja tak mudah untuk menyerang bagian pundak lawan secara tepat. Apabila tendangan tidak dilakukan dengan tepat dan cepat, maka bisa justru ditangkis lebih dulu dan sering dilanjutkan dengan bantingan. 3. Perut Sasaran berikutnya adalah perut. Perut menjadi salah satu titik yang paling banyak diserang dalam pertandingan pencak silat. Meski begitu, bagian ini berada di tengah tubuh, namun poin yang akan didapatkan lumayan besar. 4. Pinggang Pinggang kiri atau kanan ke atas termasuk ke dalam sasaran yang paling sering diserang dalam pertandingan pencak silat. Pada saat pesilat melakukan sikap pisang, bagian pinggang menjadi titik yang terbuka sehingga tidak terlalu sulit untuk diserang. Pesilat biasanya melakukan pukulan palsu untuk mengecoh lawan agar dapat melayangkan tendangan pada bagian pinggang. 5. Kaki dan Tangan Kaki dan tangan menjadi sasaran yang paling terbuka dan boleh dilakukan penyerangan. Meski begitu, penyerangan pada bagian kaki atau tangan tidak diberikan poin. Namun, kaki dan tangan bisa menjadi titik untuk melakukan kuncian atau bantingan ke lawan. Penilaian dalam Pertandingan Pencak Silat Dalam sebuah pertandingan atau kompetisi pencak silat, juri memiliki acuan pada saat memberikan nilai kepada seorang pesilat yang bertanding. Penilaian dalam pertandingan pencak silat adalah sebagai berikut Nilai 1 Serangan dengan menggunakan tangan yang masuk pada sasaran, tanpa terhalang oleh tangkisan, hindaran, atau elakan lawan. Nilai 1+1 Gerakan yang berhasil menggagalkan serangan lawan, diikuti dengan serangan balik dengan tangan. Nilai 2 Serangan dengan kaki yang masuk dan mengenai sasaran, tanpa terhalang oleh tangkisan, hindaran atau elakan lawan. Nilai 1+2 Gerakan yang berhasil menggagalkan serangan lawan, diikuti dengan serangan balik dengan kaki. Nilai 3 Teknik serangan langsung yang menjadikan lawan jatuh. Nilai 1+3 Tangkisan atau hindaran atau elakan yang berhasil mencegah serangan lawan, kemudian dilanjutkan oleh serangan dengan teknik jatuhan sehingga lawan berhasil jatuh. Jadi, tujuan gerakan menangkis adalah mencegah serangan lawan, baik itu tendangan maupun pukulan. Dalam pertandingan pencak silat, gerakan menangkis memiliki peran yang cukup menguntungkan karena bisa memberikan nilai tambahan pada saat dilakukan dengan tepat. Sebenarnya, tujuan gerakan menangkis adalah mencegah serangan sekaligus memberikan serangan balik. Maka dari itu, supaya memiliki gerakan menangkis yang kuat dibutuhkan kuda-kuda yang kuat dan persiapan dengan cukup matang. Demikian penjelasan tentang tujuan gerakan menangkis dalam pencak silat. Bagi Grameds yang ingin mengetahui secara lebih mendalam tentang tujuan teknik pencak silat dan bela diri lainnya dapat membaca buku-buku terkait dengan mengunjungi Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi LebihDenganMembaca. Penulis Humam BACA JUGA Mengenal Jenis dan Teknik Pukulan dalam Pencak Silat Aliran Pencak Silat di Indonesia Beserta Tujuannya Pengertian Pencak Silat Sejarah, Teknik Dasar, Jurus, dan Peraturan 8 Perguruan Terbesar di Indonesia, Ada yang Miliki Cabang di Luar Negeri Kelincahan Pengertian, Manfaat, dan Cara Meningkatkannya Pengertian Kebugaran Jasmani Unsur, Bentuk, dan Manfaat ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID yCNE3L02fApSXT6U2gS8jgg8ZzSeDJ6s0V93Yobf67QHE_lcf1SDeQ== Pencak silat merupakan olahraga asli Indonesia yang perlu dilestarikan. Dalam sebuah pertandingan terdapat taktik dan strategi untuk memenangkan pertandingan. Taktik dan strategi memiliki pengertian yang sama, yaitu menampilkan keterampilan dalam pertandingan, akan tetapi tetap ada perbedaan konsep. Taktik berhubungan dengan perencanaan yang digunakan untuk pertandingan, yang sekaligus merupakan tambahan untuk strategi. Strategi berhubungan dengan konsep umum yang mengatur permainan, tim atau perorangan. Prinsipnya bahwa strategi adalah gambaran untuk menghadapi suatu pertandingan. A. Taktik dan Strategi Menyerang Taktik menyerang adalah upaya mengalahkan lawan selama dalam pertandingan yang dilakukan dengan cara menyerang lawan terlebih dahulu. Taktik penyerangan merupakan suatu siasat yang dilancarkan kepada lawan, dengan tujuan mematahkan pertahanan lawan untuk mencari kemenangan dalam bertanding secara sportif. Serangan lengan atau tangan yang lazim disebut pukulan dan serangan tungkai atau kaki yang lazim disebut tendangan. Taktik menyerang pada pencak silat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu taktik serangan langsung, dan serangan tidak langsung. Serangan Langsung adalah upaya untuk mengalahkan lawan yang dilakukan dengan cara langsung menyerang pada sasaran yang diinginkan. Taktik serangan langsung dapat dilakukan dengan menggunakan pukulan, tendangan, dan jatuhan Taktik serangan tidak langsung adalah serangan yang dilakukan dengan cara sebelum melakukan serangan pada sasaran, pesilat melakukan gerakan-gerakan awalan untuk mengecoh lawan sehingga posisi lawan berubah dan selanjutnya melakukan serangan pada sasaran. Hal yang perlu diperhatikan dalam taktik dan strategi penyerangan pencak silat, seperti tangan, siku, tendangan, sapuan dan guntingan. B. Taktik dan Strategi Bertahan Taktik pertahanan bertujuan menahan atau menghindari serangan lawan pembelaan yang sangat penting dalam pencak silat. Taktik pertahanan dalam pencak silat, meliputi teknik hindaran/elakan dan tangkisan. Tingkatan pembelaan terdiri atas pembelaan dasar, pembelaan lanjutan, dan pembelaan teknik. Bertahan adalah usaha menghindari atau memunahkan serangan lawan yag dilakukan dengan elakan, hindaran, tangkisan, buangan dan tangkapan. Berdasarkan cara melakukan hindaran dapat di bedakan menjadi beberapa. 1. Elakan Elakan adalah usaha pembelaan yang dilakukan dengan sikap kaki yang tidak berpindah tempat atau kembali ketempat semula elakan terdiri atas GerakanCara Melakukan Atas Mengelakkan diri dari serangan pada bagian sebelah bawah Mengangkat kedua kaki degan sikap tungkai di tekuk Disertai dengan sikap tubuh dan tangan waspada. Mendarat dengan kaki saling menyusul atau kedua kaki. Bawah Mengelakan diri dari serangan pada bagian sebelah atas Merendahkan diri dengan sikap tungkai di tekuk tanpa memindahkan letak telapak kaki Disertai dengan sikap tubuh dan tangan waspada Belakang Mengelakan diri dari serangan lurus depan dan samping Dari sikap kuda-kuda depan, memindahkan berat badan ke belakang Disertai dengan sikap tubuh dan tangan waspada Samping Mengelakan diri dari serangan lurus depan dan atas Dari sikap kangkang, memindahkan badan ke samping dengan merubah sikap tungkai/kuda-kuda Disertai dengan sikap tubuh dan tangan waspada 2. Hindaran Hindaran adalah usaha pembelaan dengan cara memindahkan sasaran dari arah serangan, dengan melangkah atau memindahkan kaki. Unsur-unsur hindaran meliputi sikap pasang, sikap tubuh dan sikap tangan. Hindaran hadap, menghindar dengan memindahkan kaki sehingga posisi tubuh menghadap lawan Hindaran sisi, menghindar dengan memindahkan kaki kanan sehingga posisi tubuh menyamping lawan, berat badan di sebelah kanan. Hindaran angkat kaki, menghindar dengan mengangkat salah satu kaki Hindaran kaki silang, menghindar dengan memindahkan kaki kanan secara menyilang ke belakang 3. Tangkapan Usaha menggagalkan serangan lawan dengan cara menangkap tendangan kaki lawan. 4. Tangkisan Tangkisan adalah usaha pembelaan yang dilakukan dengan cara mengadakan kontak langsung dengan alat serangan yang dilancarkan oleh lawan. Tangkisan langsung bertujuan mangalihkan serangan dari lintasan dan membendung atau menahan serangan. Tangkisan terdiri atas TangkisanJenis tangkisan satu tangan Tangkisan luar. Tangkisan luar dilakukan dengan cara menangkis diikuti kaki melangkah ke sisi luar samping badan luar Tangkisan dalam. Tangkisan dilakukan dengan cara menangkis diikuti kaki melangkah ke sisi dalam samping badan lawan Tangkisan atas. Tangkisan atas dilakukan dengan cara menangkis dari bawah ke atas Tangkisan bawah. Tangkisan bawah dilakukan dengan cara menangkis dari atas ke bawah Tangkisan siku dalam. Tangkisan siku dalam dilakukan dengan cara menangkis ke depan diikuti kaki melangkah ke sisi dalam samping badan lawan Tangkisan siku luar. Tangkisan siku luar dilakukan dengan cara menangkis diikuti kaki melangkah ke samping sisi luar badan dua tangan Sejajar dua tangan 3/4 lengan atas. Tangkisan dua tangan dilakukan dengan cara menghindar kesamping kedua tangan menangkis 3/4 lengan atas lawan. Belah. Tangkisan belah dilakukan dengan cara mengelak mundur disertai kedua tangan membelah menangkis serangan lawan Silang tinggi rendah. Tangkisan silang bawah dilakukan dengan cara menyilangkan kedua tangan menangkis ke bawah dari serangan lawan. Buang samping. Tangkisan belah samping dilakukan dengan cara mengelak mundur disertai kedua tangan membuang dari serangan lawan 5. Taktik Bertahan Taktik bertahan dalam beladiri Pencak silat dibedakan menjadi teknik bertahan pasif dan teknik bertahan aktif. Bertahan pasif adalah taktik yang dilakukan dengan cara melakukan hindaran atau tangkisan terhadap serangan yang dilakukan lawan, selanjutnya melakukan balasan counter attack pada lawan. Berikut penjelasan mengenai kedua teknik bertahan tersebut. TeknikJenis Taktik Pasif Hindar Sambut counter-attack. Hindar sambut counterattack dilakukan dengan cara menunggu lawan melakukan serangan untuk kemudian dibalas baik dengan menggunakan pukulan maupun tendangan. Taktik tersebut tepat digunakan untuk menghadapi lawan yang memiliki tipe menyerang langsung. Jemputan lebih tepat diterapkan untuk mengatasi lawan yang memiliki tipe serangan tidak langsung. Taktik jemputan dapat dilakukan dengan menggunakan teknik pukulan, tendangan, dan jatuhan. Taknik tersebut dilakukan dengan cara menabrak lawan pada saat lawan alan melakukan gerakan menyerang. Ganjalan dilakukan dengan menggunakan teknik tendangan T samping. Taktik ganjalan dilakukan dengan cara menghentikan gerakan lawan pada saat akan melakukan serangan dengan menggunakan tendangan T samping. Taktik ini tepat digunakan untuk lawan yang memiliki tipe serangan langsung. AktifPada taktik bertahan aktif ada persaman dengan gerakan taktik serangan tidak langsung. Perbedaan antara bertahan aktif dengan serangan tidak langsung adalah pada tujuan yang diinginkan. Pada serangan langsung pesilat melakukan pergerakan untuk mengubah posisi lawan sehingga dapat diserang sesuai dengan yang direncanakan. Sedangkan pada taktik bertahan aktif, pesilat bergerak untuk memancing lawan agar melakukan serangan. Pesilat yang memiliki tipe bertahan memiliki kecenderungan untuk melakukan counter attack pada saat lawan bergerak. Sedangkan pesilat yang memiliki tipe bertahan aktif memiliki kecenderungan untuk bergerak atau membuat gerakan dengan tujuan membuat lawan melakukan serangan dan untuk selanjutnya melakukan teknik balasan ataupun bantingan. Seni bela diri tradisional pencak silat perlu dilestarikan. Karena itu upaya pelestarian seni tersebut memerlukan perhatian semua pihak. Bahkan pencak silat memerlukan regenerasi para pelaku seninya. Bela diri pencak silat memiliki karakter yang baik bagi pembentukan karater siswa. Penanaman budi pekerti melalui beladiri ini sangat cocok bagi pendidikan anak bangsa. Selain menamakan jiwa saling menghargai pada siswa, sifat toleransi serta ketaqwaan menjadi salah satu ciri dalam budaya beladiri pencak silat. Pukulan merupakan teknik serangan pencak silat yang menggunakan silat meruapakan salah satu olarhaga bela diri yang berasal dari Indonesia. Dalam pencak silat, terdapat beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh setiap pemain agar pemain dapat melakukan olahraga pencak silat dengan baik dan benar. Salah satu teknik dasar dalam pencak silat adalah teknik pukulan adalah gerakan menyerang lawan dengan menggunakan tangan. Dalam pencak silat, teknik pukulan dilakukan untuk melakukan serangan jarak dekat. Teknik pukulan terdiri dari beberapa macam, Pukulan lurus adalah gerakan menyerang lawan dengan mengayunkan salah satu tangan lurus ke depan. Sasaran perkenaan terhadap lawan dengan pukulan lurus adalah bagian dada Pukulan bandul pada pencak silat dilakukan dengan mengayunkan salah satu tangan dari bawah ke depna atas. Sasaran perkenaan dari pukulan bandul adalah bagian ulu Pukulan tegak dilakukan dengan mengayunkan salah satu tangan ke depan. cara melakukan pukulan tegak hampir sama dengan pukulan depan. Namun, perkenaan sasaran pada pukulan tegak adalah bagian persendian bahu atau Pukulan melingkar pada pencak silat dilakukan dengan mengayunkan tangan dari samping bawah ke samping atas. Perkenaan pada pukulan lingkar adalah bagian pinggang dan lebih lanjut1. Materi tentang teknik dasar tendangan dalam pencak silat jawabanKelas 9 SMPMapel PenjaskesBab Bab 5 - Pencak SilatKode Kunci pukulan, pencak silat. Jawabantangan. biasanya menggunakan tangan kanan atau kiri sesuai anjuran Serangan dilakukan dengan menggunakan lengan atau kaki untuk mengenai badan lawan. Bentuk-bentuk serangan dengan menggunakan lengan dapat dilakukan dengan cara pukulan dan sikuan. Pukulan dalam pencak silat adalah serangan yang dilakukan dengan menggunakan tangan kosong sebagai komponennya. Pada prinsipnya segala teknik pukulan yang terdapat dalam pencak silat boleh digunakan untuk menyerang bagian-bagian tubuh lawan yang disahkan untuk diserang dalam upaya memperoleh angka. Serangan melalui tangan dalam bentuk pukulan dapat dilakukan dengan cara tinju, tebak, totok, bantul, dorong dan sodok. Gerak dasar pencak silat adalah suatu gerak terencana, terarah, terkoordinasi dan terkendali, yang mempunyai empat aspek sebagai satu kesatuan, yaitu aspek mental spiritual, aspek bela diri, aspek olahraga, dan aspek seni budaya. Dengan demikian, pencak silat merupakan cabang olahraga yang cukup lengkap untuk dipelajari karena memiliki empat aspek yang merupakan satu kesatuan utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Serangan dengan tangan dibagi berdasarkan arahnya, yaitu arah depan, bawah, atas, dan samping. Serangan Iengan atau tangan biasanya disertai dengan kuda-kuda depan dengan Iangkah depan atau serong. 1. Serangan Tangan dari Depan Teknik menyerang menggunakan tangan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pada saat akan melakukan serangan si pesilat harus mengambil posisi kuda-kuda kemudian melakukan serangan dengan tangan. Pandangan mata harus fokus pada target yang akan dituju, konsentrasi pada serangan yang akan dilakukan dan penuh dengan ke hati-hatian. Berikut ini beberapa serangan tangan dari arah depan. Tebak, pukulan dengan telapak tangan. Cara melakukannya sebagai berikut sikap tangan terbuka menghadap ke depan, jari-jari rapat dan lurus ke depan. Arah sasaran ditujukan pada dada lawan. Tinju, pukulan dengan kepalan tangan. Cara melakukannya sebagai berikut ; Tangan dikepalkan, sikap tangan mengenggam, dan asaran diarahkan pada dagu, leher, atau dada Dorong, pukulan dengan kedua telapak tangan. Pukulan dorongan dapat dilakukan dengan menggunakan dua tangan. Cara melakukannya adalah dengan mengambil posisi siap atau sikap pasang. Angkat kedua tangan lurus ke depan setinggi bahu dengan telapak tangan menghadap ke depan. Setelah itu lakukan dorongan ke arah lawan sesuai target yang dituju. Sodok, pukulan dengan ujung-ujung jari tangan. Cara melakukannya sebagai berikut sikap tangan terbuka, telapak tangan menghadap ke atas, jari-jari rapat dan lurus ke depan. Arah sasaran ditujukan pada ulu hati atau dagu. Bandul, pukulan dengan ayunan kepalan tangan. Cara melakukannya sebagai berikut ; sikap tangan menggenggam. Sasaran ditujukan pada muka atau dada. 2. Serangan Tangan dari Arah Bawah Bandul/catok, pukulan dengan mengayun kepalan tangan. Cara melakukannya sebagai berikut angan menggenggam berada di depan perut bagian bawah. Ayunkan tangan dengan lintasan ari bawah menuju ke depan atas. Sasaran diarahkan pada ulu hati dan dagu sasaran. Sanggah, pukulan dengan pangkal telapak tangan. Cara melakukannya sebagai berikut posisi jari-jari tangan terbuka dan berada di depan perut bagian bawah. Kemudian, tangan diayunkan dengan lintasan dari bawah menuju ke depan atas. Sasaran diarahkan pada ulu hati dan dagu sasaran. Colok/tusuk, pukulan dengan ujung jari tangan. Cara melakukannya sebagai berikut; tangan berada di depan perut dengan jari-jari tidak menggenggam. Tangan diayunkan dengan lintasan dari bawah menuju ke depan atas. Sasaran diarahkan pada leher dan kepala. 3. Serangan Tangan dari Arah Atas Tumbuk, pukulan dengan kepalan tangan. Cara melakukannya sebagai berikut tangan mengenggam menghadap ke bawah dan berada di depan atas kepala. Tangan diayunkan diawali dari atas ke arah depan bawah. Sasaran di arahkan pada dada dan kepala. Pedang, pukulan dengan sisi telapak tangan. Cara melakukan sebagai berikut posisi awal, berdiri dengan kuda-kuda arah serong. Gerakan pukulan dengan sisi telapak tangan, tangan yang lain ditekuk di samping badan dengan jari-jari rapat menghadap ke depan. Cara melakukannya sebagai berikut tangan terbuka dan jari-jari rapat dan berada di depan salah satu telinga. Tangan diayunkan diawali dari atas menuju arah depan bawah. Sasaran diarahkan pada leher dan dagu. Tebak, pukulan dengan telapak tangan. Cara melakukannya sebagai berikut tangan menyerang dimulai dari atas kepala, dengan telapak tangan menghadap ke bawah dan jari-jari rapat agak di tekuk. Tangan diayunkan dengan lintasan dari atas atau depan kepala menuju ke depan bawah. Sasaran diarahkan pada kepala dan dada atas. 4. Serangan Tangan dari Arah Samping Pedang, pukulan dengan sisi telapak tangan. Cara melakukannya sebagai berikut siku ditekuk sehingga telapak tangan lebih tinggi dari siku. Tangan diayunkan ke arah depan mendatar. Sasaran diarahkan pada badan dan leher samping. Tampar, pukulan dengan telapak tangan. Cara melakukan sebagai berikut posisi awal, berdiri dengan kuda-kuda, yaitu salah satu kaki di depan dengan lutut ditekuk dan kaki yang lain lurus ke belakang. Salah satu tangan memukul ke sasaran dengan telapak tangan dan tangan yang lain ditekuk di depan dada dengan telapak tangan rapat menghadap ke depan. Bandul, pukulan dengan kepalan tangan. Cara melakukannya sebagai berikut tangan menggenggam, berada di samping depan badan, siku ditekuk sehingga genggaman berada lebih tinggi dari siku. Tangan diayunkan ke arah samping badan agak ke depan mendatar, kemudian ke samping sisi bagian badan lain. Sasaran diarahkan pada bagian badan samping dan sendi bahu atau pipi. Kepret, pukulan dengan punggung tangan. Cara melakukannya sebagai berikut tangan terbuka dan lemas. Siku di tekuk sehingga tangan berada di depan agak ke samping depan pada sisi badan lain. Tangan mengayun ke arah depan mendatar. Sasaran diarahkan pada kepala dan dada lawan. Serangan Menggunakan Siku Dalam serangan dengan siku, jarak dengan lawan harus dekat. Serangan dengan menggunakan siku dapat dilakukan dengan arah serangan ke depan, samping, belakang, serong atas, serta bawah. Lakukan serangan dengan tangan ini secara bergantian antara tangan kanan dan tangan kiri secara berulang-ulang sampai dapat melakukan teknik dengan baik dan benar. Pastikan dalam melakukan latihan keselamatan diri dan orang lain tetap terjaga. Atlet pencak silat Indonesia di SEA Games 2017 Foto ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama/17Jika Jepang punya karate dan Korea punya taekwondo, Indonesia memiliki pencak silat sebagai seni bela diri tradisional. Pencak silat merupakan seni bela diri asal Indonesia yang menggunakan seluruh tubuh dan anggota badan, dari ujung jari tangan dan ujung jari kaki sampai kepala. Bahkan bagi wanita, rambut juga bisa digunakan sebagai alat bela buku Keterampilan Dasar Pencak Silat oleh I Ketut Sudiana 2017 2, ada empat aspek utama yang terkandung dalam pencak silat, yaitu olahraga, kesenian, bela diri, dan kerohanian kebatinan. Biasanya, setiap perguruan pencak silat memiliki cara yang berbeda dalam menerapkan setiap aspek tersebut. Ada yang menitikberatkan pada unsur bela dirinya, tetapi ada juga yang menitikberatkan pada aspek seni dan menggunakan banyak pukulan dan tendangan, seni bela diri yang satu ini tentu memiliki teknik-tekniknya sendiri. Pada dasarnya, ada beberapa teknik dasar yang perlu diketahui, khususnya bagi pemula, yaituTeknik Dasar Pencak Silat untuk PemulaIlustrasi kuda-kuda sebagai salah satu teknik dasar pencak silat. Foto UnsplashKuda-kuda merupakan posisi dasar dalam pencak silat untuk melakukan teknik selanjutnya. Teknik ini memperlihatkan sikap kaki dalam keadaan statis. Kuda-kuda juga digunakan untuk persiapan menyerang lawan sekaligus mempertahankan posisi agar tidak mudah jatuh saat berada dalam posisi bisa dilakukan dengan empat posisi, yaitu kuda-kuda depan, kuda-kuda belakang, kuda-kuda tengah, dan kuda-kuda pasang adalah sikap taktik untuk menghadapi lawan dengan pola menyerang atau menyambut. Dalam pelaksanaannya, sikap pasang merupakan kombinasi dan koordinasi dari kuda-kuda, sikap tubuh, dan siap beberapa macam sikap pasang, yaitu sikap pasang satu sampai sikap pasang dua belas. Masing-masing sikap pasang tersebut terbentuk dari kuda-kuda yang langkah adalah gabungan dan pengembangan dari arah gerak langkah dan teknik gerak langkah. Teknik ini dilakukan dengan menggerakkan kaki atau mengubah posisi kaki untuk mendekati atau menjauhi lawan guna mendapatkan posisi yang lebih dengan sikap pasang, dalam pelaksanaannya, pola langkah juga dikombinasikan dan dikoordinasikan dengan sikap tubuh dan sikap tangan. Ada empat jenis pola langkah yang perlu dipelajari, yaitu langkah angkat, langkah geser, langkah seser, dan langkah adalah upaya menggagalkan serangan lawan dengan tangkisan atau hindaran. Belaan terbagi menjadi dua macam, yakniTangkisan, dilakukan dengan menahan serangan lawan menggunakan tangan, kaki, dan tubuh. Jenis-jenis tangkisan meliputi tangkisan tepis, gedik, kelit, siku, jepit atas, potong, sangga, kepruk, kibas, dan dilakukan tanpa menyentuh tubuh lawan. Hindaran terdiri dari tiga macam, yaitu elakan, egosan, dan merupakan gerakan dalam pencak silat yang menggunakan lengan atau kaki untuk mengenai badan lawan. Serangan dapat dilakukan dengan dua cara, yaituPukulan, dapat dilakukan dengan cara tinju, tebak, totol, Bantul, dorong, dan sodok. Tendangan, dapat dilaukan dengan menggunakan punggung kaki, telapak kaki, dan tumit. Ada beberapa macam tendangan, yaitu tendangan lurus, tendangan samping, dan tendangan melingkar.

menyerang lawan dengan menggunakan tangan disebut teknik